An analysis of the sense of the expression “yarimora/やりもらい,” which means “giving and receiving,” in Japanese conversation, as well as the use of the word “akang” in the Manado Malay dialect, which means “giving and receiving”
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajsh.v6i2.3383Kata Kunci:
Kontrastif, Ungkapan, MaknaAbstrak
Maksud dan tujuan penulisan karya ilmiah ini membahas perbedaan dan persamaan makna antara penggunaan tutur kata orang Manado yang dalam bahasa melayu Manado sehari-hari sering menggunakan kata —akang‖ dengan penggunaan ungkapan —yarimorai‖ yaitu ‗ageru/あげる, morau/もらう dan kureru/くれる‘ dalam bahasa Jepang yang sering pula dipakai orang Jepang dalam percakapan sehari-hari yang sama-sama dapat bermakna: memberi & menerima. Di sini dikontraskan pembentukan kalimat pada kedua bahasa tersebut yang menggunakan ungkapan —yarimorai‖ dan ungkapan kata —akang‖ dalam suatu kalimat yang dapat ditinjau dari segi makna dan bentuk, serta aspek-aspek lain yang terkait dan terdapat dalam model kalimat serta percakapan dari kedua bahasa tersebut. Orang Jepang pada umumnya sering sekali menggunakan ungkapan —ageru/あげる, morau/もらう, kureru/くれる‖ yang mengandung makna beri-terima baik barang maupun jasa adalah merupakan kata kerja dan biasa dipakai dalam kalimat percakapan oleh orang Jepang itu sendiri. Perbandingan dengan penggunaan tutur kata ungkapan kata —akang‖ yang sering dipakai orang Manado dalam bahasa melayu Manado yang merupakan sebuah kata yang dirangkai atau melekat pada kalimat dan bermakna beri-terima, diharapkan akan didapati persamaan maupun berbedaan makna-nya.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Stanly Monoarfa

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













