Pengaruh Konsentrasi Natrium Hidroksida dan Persentase Kertas Bekas terhadap Karakteristik Kekuatan Tarik Kertas Buffalo Berbahan Batang Pohon Pisang
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajst.v4i2.2952Kata Kunci:
Batang Pohon Pisang, Kertas Bekas, Natrium Hidroksida, Uji Tarik, Kertas BuffaloAbstrak
Kebutuhan produk kertas tebal seperti kertas buffalo di industri kreatif terus meningkat seiring berkembangnya sektor kemasan dan cetak produk. Namun, ketergantungan pada bahan baku serat kayu komersial berpotensi memicu deforestasi hutan yang masif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi Natrium Hidroksida NaOH pada proses delignifikasi dan persentase substitusi serat sekunder dari kertas bekas (waste paper/WP) terhadap karakteristik mekanis berupa nilai kuat tarik (tensile strength) kertas buffalo berbahan dasar limbah batang pohon pisang (Musa paradisiaca). Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental kuantitatif dengan desain faktorial 2x3. Variasi konsentrasi NaOH yang diuji adalah 5% dan 6%, sedangkan persentase kertas bekas yang dicampurkan adalah 20%, 30%, dan 40% dengan perekat alami tepung tapioka. Pengujian kekuatan tarik dilakukan pada 6 spesimen eksperimental (A1, A2, A3, B1, B2, B3) dengan 3 kali pengulangan uji (D1, D2, D3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan tarik tertinggi dicapai oleh spesimen A1 (konsentrasi NaOH 6% dan kertas bekas 40%) dengan nilai uji tarik rata-rata sebesar 18,06 N. Sebaliknya, nilai kuat tarik terendah ditemukan pada spesimen B3 (konsentrasi NaOH 5% dan kertas bekas 20%) dengan nilai rata-rata 11,40 N. Penurunan persentase kertas bekas secara konsisten menurunkan kekuatan mekanis kertas buffalo karena berkurangnya jalinan serat sekunder panjang yang berfungsi memperkuat struktur lembaran kertas daur ulang.





