Pengaruh Paparan Pestisida Terhadap Risiko Stunting pada Anak : Scoping Review
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajst.v4i2.3101Kata Kunci:
Stunting, petsisida, anak, pertanianAbstrak
Stunting adalah satu dari banyaknya masalah gizi utama di Indonesia yang memiliki Tingkat urgensi untuk segera diberikan penanganan segera. Selain faktor gizi, paparan pestisida diduga menjadi salah satu determinan lingkungan yang berkontribusi terhadap kejadian stunting. Scoping review diperlukan untuk memetakan bukti ilmiah mengenai hubungan paparan pestisida dengan stunting serta mengidentifikasi kesenjangan penelitian sebagai dasar pengembangan intervensi berbasis bukti. Tujuan Menganalisis bukti ilmiah mengenai keterkaitan antara intensitas paparan pestisida dengan prevalensi stunting anak sebagai dasar pengembangan penelitian, kebijakan, dan intervensi pencegahan stunting. Metode Scoping review dilakukan sesuai pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses Extension for Scoping Reviews (PRISMA-ScR). Pengumpulan literatur bersumber dari Google Scholar dengan Batasan publikasi tahun 2020–2025. Artikel diseleksi berdasarkan Batasan karakteristik subjek yang dipilih dan dieliminasi, kemudian dilakukan analisis secara deskriptif melalui proses ekstraksi, pengelompokan, dan sintesis data untuk mengidentifikasi karakteristik penelitian, tema utama, tren temuan, serta kesenjangan penelitian. Hasil dan Kesimpulan Sebanyak lima artikel memenuhi kriteria inklusi. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa intensitas pajanan pestisida adalah salah satu penyebab dari lingkungan dan berkontribusi pada angka peristiwa stunting pada anak. Bukti yang tersedia, meliputi literature review, systematic review, dan penelitian observasional analitik, secara konsisten menunjukkan hubungan antara paparan pestisida pada berbagai periode kehidupan dengan gangguan pertumbuhan linear anak, terutama pada populasi di wilayah pertanian. Temuan ini mendukung perlunya integrasi pengendalian paparan pestisida dalam strategi pencegahan stunting secara lintas sektor.





