Tiang-Tiang Bermakna: Eksplorasi Etnomatematika dalam Struktur Masjid Tua Muna
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajup.v5i3.2075Kata Kunci:
Etnomatematika, Tradisi Masyarakat Muna, Masjid Tua MunaAbstrak
Matematika sering dipandang abstrak dan sulit dipahami karena kurangnya keterkaitan dengan pengalaman nyata siswa. Salah satu pendekatan yang dapat menjembatani hal tersebut adalah etnomatematika, yakni pengintegrasian konsep matematika dengan budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi nilai-nilai etnomatematika yang terdapat pada struktur dan tradisi Masjid Tua Muna, khususnya pada lima tiang utama penyangga masjid. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif dengan pendekatan etnometodologi. Data diperoleh melalui wawancara dengan tokoh masyarakat, kemudian diuji keabsahannya menggunakan teknik triangulasi sumber, serta dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Tua Muna mengandung konsep matematika, antara lain: (1) konsep geometri persegi panjang pada denah masjid; (2) kombinasi balok dan limas segi empat pada struktur atap; (3) bangun ruang tabung pada bentuk tiang penyangga; serta (4) konsep bilangan yang terintegrasi dalam tradisi keagamaan masyarakat Muna. Temuan ini memperlihatkan bahwa arsitektur dan tradisi lokal tidak hanya bernilai religius dan budaya, tetapi juga dapat dijadikan sumber belajar matematika yang kontekstual. Disarankan agar pendidik dan peneliti selanjutnya mengembangkan bahan ajar berbasis etnomatematika Masjid Tua Muna untuk meningkatkan pemahaman konseptual siswa sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap budaya lokal.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Waode Ekadayanti, Ridwan Ardi, Sasadara Hayunira, La Sisi, Hijriani

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















