Dialektika Kekuasaan, Ilmu, dan Peradaban: Peran Khalifah dalam Formulasi Sistem Pendidikan Islam pada Masa Dinasti Abbasiyah
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajup.v6i2.3065Kata Kunci:
Dinasti Abbasiyah, pendidikan Islam, Baitul Hikmah, Madrasah Nizhamiyah, Al-AzharAbstrak
Artikel ini bertujuan menganalisis hubungan dialektis antara kekuasaan politik, perkembangan ilmu pengetahuan, dan formulasi sistem pendidikan Islam pada masa Dinasti Abbasiyah. Dengan menggunakan metode studi pustaka berbasis pendekatan historis-kualitatif, penelitian ini menelaah peran strategis khalifah Abbasiyah, terutama Harun al-Rasyid dan Al-Ma’mun, dalam membangun tradisi intelektual Islam melalui kebijakan pendidikan, pendirian Baitul Hikmah, dukungan terhadap gerakan penerjemahan, pengembangan madrasah, serta institusi pendidikan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemajuan pendidikan Abbasiyah merupakan hasil sinergi antara visi politik, dukungan institusional, keterbukaan terhadap ilmu asing, dan integrasi ilmu agama dengan ilmu rasional. Sistem pendidikan Abbasiyah berhasil membangun peradaban ilmiah yang berpengaruh besar terhadap perkembangan pendidikan Islam global dan kebangkitan intelektual dunia Barat.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Mufidatunnisah, Busahdiar , Rabiatul Adawiyah

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















