Kepemimpinan Abu Bakar Ash Shiddiq dalam Masa Transisi Pasca Wafatnya Nabi Muhammad

Penulis

  • Aida Abdilah Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten
  • Achmad Maftuh Sujana Universitas Islan Negri Sultan Maulana Hassanuddin Banten
  • Elya Muflihah Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten
  • Eka Dalilah Putri Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten
  • Iyu Ibda Amaria Suhanda Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten
  • Fairuz Kenzy Ramadhan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

DOI:

https://doi.org/10.57250/ajpp.v4i3.1752

Kata Kunci:

Kepemimpinan, abu bakar as-shidiq, khalifah

Abstrak

Kepemimpinan Abu Bakar Ash-Shiddiq, Khalifah pertama umat Islam setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW pada 11 H (632 M), merupakan periode defenitif yang menguji fondasi negara Islam. Terpilihnya beliau di tengah krisis suksesi kepemimpinan politik di Saqifah Bani Sa’idah segera diikuti oleh tantangan-tantangan eksistensial. Beliau dihadapkan pada gelombang masif kemurtadan (Riddah) di berbagai suku Arab, penolakan sistem pembayaran zakat, dan kemunculan nabi-nabi palsu seperti Musailamah al-Kadzdzab. Menyadari bahwa membiarkan pembangkangan terhadap zakat adalah bentuk penolakan terhadap hukum Islam, Abu Bakar mengambil sikap yang sangat tegas dan tidak kompromi, melancarkan Perang Riddah yang berhasil mengembalikan stabilitas dan keutuhan politik umat. Di bidang militer eksternal, beliau juga  menunjukkan ketegasan strategis dengan melanjutkan amanah Nabi untuk mengirim pasukan Usamah bin Zaid ke wilayah Syam. Selain pemulihan keamanan, kontribusi paling transformatif beliau terletak pada kebijakan keagamaan. Atas usulan para sahabat setelah jatuhnya banyak penghafal dalam Perang Yamamah, Abu Bakar menginisiasi penghimpunan ayat-ayat suci Al-Qur’an dalam satu mushaf, sebuah tindakan yang esensial dan strategis untuk menjaga kemurnian dan keaslian sumber utama ajaran Islam. Secara tata kelola, pemerintahan Abu Bakar dibangun di atas nilai-nilai musyawarah (syura), keadilan, dan kesederhanaan, menjadikannya teladan kepemimpinan yang berorientasi pada pengabdian. Meskipun masa jabatannya singkat, kepemimpinan Abu Bakar berhasil mengatasi periode krisis, mengokohkan akidah umat, dan meletakkan pilar-pilar administrasi yang kokoh bagi kekhalifahan  Rasyidin berikutnya. Metode penelitian yang dipakai dalam artikel ini adalah metode kepustakaan (library research). Pendekatan ini dilakukan dengan mengkaji berbagai sumber tertulis yang relevan, untuk mendapatkan gambaran yang menyeluruh mengenai peristiwa dan kebijakan pada awal masa kekhalifahan. Terdiri dari buku ilmiah, jurnal, artikel akademik, dan kajian modern yang membahas aspek sejarah, sosial, politik, dan keagamaan pada masa Khulafaur Rasyidin. dalam artikel ini mendapatkan hasil bahwa Abu Bakar Ash-Shiddiq terpilih sebagai Khalifah pertama (al-Khulafa al-Rasyidin) melalui musyawarah di Saqifah Bani Sa’idah, mengatasi krisis suksesi pasca wafatnya Nabi. Masa kepemimpinannya berlangsung singkat (sekitar 2 tahun 3 bulan). Beliau menetapkan prinsip fundamental bahwa ketaatan rakyat hanya berlaku selama khalifah menaati Allah dan Rasul-Nya, mencerminkan sistem politik musyawarah (syura) dalam kerangka syariat, bukan kekuasaan mutlak. Etika kepemimpinannya menonjolkan kesederhanaan, keadilan, dan amanah, menolak hidup mewah dan memprioritaskan kesejahteraan rakyat.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Fadilah, Nurul et al. 2023. Sejarah Peradaban Islam - Sejarah Peradaban Mongol.

Misrayanti, Nuraeni Aeni, and Nur Ahsan Syakur. 2023. “Kepemimpinan Abu Bakar Al-Shiddiq (Simbol Pemersatu Umat Islam).” Rihlah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan 11(02): 139–49.

Purwanto, Ari. 2024. “Kebijakan Strategis Abu Bakar Ash-Shiddiq Pada Masa Khalifah Rasyidah.” Global Education Journal 2(2): 111–22.

Siregar, Nurkholijah et al. 2025. “Ar-Raudah : Jurnal Pendidikan Dan Keagamaan KEPEMIMPINAN MASA KHULAFA AR-RASYIDIN ABU BAKAR AS-SHIDDIQ DAN UMAR BIN KHATTAB.” 1(4): 1–12.

Yani, Ahmad. 2022. “Khulafah Al-Rasyidun: Menelaah Kepemimpinan Abu Bakar Al-Shiddiq.” CARITA: Jurnal Sejarah dan Budaya 1(1): 33–44.

Zulfia Rifda & Irmawan Hadi Dzulkifli. 2023. “KEPEMIMPINAN ABU BAKR AL-SIDDIQ: TATA PEMERINTAHAN DAN DINAMIKA SOSIAL HUKUM ISLAM.” 2(2): 131–48.

Zulfia, Rifda, and Dzulkifli Hadi Imawan. 2023. “Kepemimpinan Abu Bakr Al-Siddiq: Tata Pemerintahan Dan Dinamika Sosial Hukum Islam.” El-Dusturie 2(2): 131–48.

Diterbitkan

2025-10-23

Cara Mengutip

Abdilah, A. ., Sujana, A. M. ., Muflihah, E. ., Putri, E. D. ., Suhanda, I. I. A. ., & Ramadhan, F. K. . (2025). Kepemimpinan Abu Bakar Ash Shiddiq dalam Masa Transisi Pasca Wafatnya Nabi Muhammad. Arus Jurnal Psikologi Dan Pendidikan, 4(3), 433–439. https://doi.org/10.57250/ajpp.v4i3.1752

Terbitan

Bagian

Artikel