Tradisi Nanjar sebagai Media Pendidikan Karakter dan Penguatan Identitas Budaya Lampung di Kabupaten Lampung Utara
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajpp.v4i3.1755Kata Kunci:
Nanjar, budaya Lampung,, pendidikan karakter, psikologi sosial, kearifan lokalAbstrak
Tradisi Nanjar dalam budaya Lampung merupakan bentuk kearifan lokal yang tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan sosial dalam penyajian makanan, tetapi juga mengandung nilai-nilai pendidikan dan psikologis yang mendalam. Penelitian konseptual ini bertujuan untuk menganalisis Nanjar sebagai sarana pendidikan informal serta sebagai media pembentukan dan penguatan identitas dan kesejahteraan psikologis masyarakat. Kajian dilakukan melalui pendekatan teoritis dengan mengaitkan praktik budaya Nanjar terhadap teori-teori pendidikan dan psikologi, seperti Social Cognitive Theory (Albert Bandura), Sociocultural Theory (Lev Vygotsky), Psychosocial Development (Erik Erikson), Hierarchy of Needs (Abraham Maslow), dan pendidikan karakter (Thomas Lickona). Hasil kajian menunjukkan, bahwa Nanjar berfungsi sebagai media pembelajaran sosial yang menanamkan nilai-nilai gotong royong, rasa hormat, tanggung jawab, dan kebersamaan melalui proses observasi dan interaksi antar generasi. Berdasarkan perspektif psikologis, tradisi ini memperkuat identitas diri, rasa memiliki, dan kesejahteraan emosional individu dalam komunitas. Oleh sebab itu, Nanjar memiliki potensi besar untuk dijadikan model pendidikan karakter berbasis budaya lokal yang mendukung pembentukan kepribadian dan identitas budaya peserta didik.
Unduhan
Referensi
Adi Sanjaya (Suntan Ratu Anom Jaya Sampurno), Tokoh adat Sungkai Utara.
Bandura, Albert. (1986). Social Foundations of Thought and Action: A Social Cognitive Theory. Prentice-Hall.
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran (ed. ke-4). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Erikson, E. H. (1968). Identity: Youth and crisis. W. W. Norton & Company.
Lickona, Thomas. (1992). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. Bantam Books.
Maslow, A. H. (2024). An Exploration of Needs within Maslow’s Hierarchy of Motivation. Advances in Social Behavior Research, 14, 41–44. https://doi.org/10.54254/2753-7102/2024.19284
Maslow, Abraham H. (1970). Motivation and Personality (2nd ed.). Harper & Row.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber tentang Metode Baru (terj. Tjetjep Rohendi Rohidi). Jakarta: UI Press, hlm. 16–20.
Moleong, L. J. (2010). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Narasumber:
Vygotsky, Lev S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Harvard University Press.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Dwiyana Habsary, Nabilla Kurnia Adzan, Afrizal Yudha Setiawan

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










