Budaya Instan Media Sosial dan Kemandirian Belajar Remaja SMA: Tinjauan Peran Metode Pomodoro dalam Penguatan Regulasi Diri
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajpp.v5i2.2878Keywords:
budaya instan media sosial, kemandirian belajar, metode Pomodoro, regulasi diri, remaja SMAAbstract
Perkembangan media sosial yang ditandai dengan kecepatan dan kemudahan akses informasi membentuk budaya instan yang memengaruhi pola belajar remaja sekolah menengah. Kondisi ini berpotensi melemahkan kemandirian belajar, terutama dalam hal pengelolaan waktu, fokus, dan ketekunan belajar. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh budaya instan media sosial terhadap kemandirian belajar remaja SMA serta menganalisis peran regulasi diri (self-regulated learning) melalui penerapan metode Pomodoro sebagai strategi penguatan kemandirian belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan menelaah teori psikologi pendidikan dan hasil penelitian empiris yang relevan dengan kemandirian belajar, regulasi diri, budaya instan media sosial, dan metode Pomodoro. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya instan media sosial cenderung berdampak negatif terhadap kemandirian belajar melalui penurunan kemampuan fokus dan disiplin belajar. Namun, penguatan regulasi diri melalui penerapan metode Pomodoro dapat membantu siswa mengelola waktu belajar, mempertahankan konsentrasi, serta meningkatkan kontrol diri dalam proses belajar. Dengan demikian, metode Pomodoro berpotensi menjadi strategi pembelajaran yang aplikatif dan relevan untuk mendukung kemandirian belajar remaja SMA di tengah tantangan budaya instan media sosial.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Maharani Ayu Keisya Krisworo, Novi Suci Ramadani, Nadia Fatha Rosyida, Nabila Dhisa Lavenia, Gizka Candra Nafisah, Firda Nur Andini, Hazhira Qudsyi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










