Literasi Kesehatan Mental Pegawai Pemerintahan di Kabupaten Morowali Utara
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajpp.v5i2.2971Keywords:
literasi kesehatan mental, pegawai pemerintahan, Kabupaten Morowali UtaraAbstract
Tujuan penelitian ini adalah melihat tingkat literasi kesehatan mental pegawai pemerintahan di Kabupaten Morowali Utara. Desain penelitian menggunakan survei deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Pegawai pemerintahan di Kabupaten Morowali Utara (n = 60) menjadi sampel penelitian ini. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner Mental Health Literacy Scale (MHLS) sedangkan analisa data menggunakan analisis deskriptif yang meliputi: frekuensi, persentase, mean (rata-rata) , standar deviasi, serta kategori tingkat literasi kesehatan mental (rendah, sedang, tinggi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi kesehatan mental pegawai pemerintahan di Morowali Utara berada pada kategori sedang yang disebabkan oleh faktor usia dan tingkat pendidikan..
Downloads
References
Anisah, A. L. (2020). Intervensi literasi dan layanan kesehatan mental PNS dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di era new normal. Civil Service, 14(2), 1-10.
Arbi, A. (2016). Lima PNS Pemkab Serang Gangguan Jiwa. Diambil dari https://www.radarbanten.co.id/2016/07/14/lima-pns-pemkab-serang-gangguan-jiwa/ , diakses tanggal 28 Juni 2026.
Buta, B. O., Mota, A. C. P., Couto, V. V. D., & Tabak, B. M. (2024). Mental health literacy for public employees. BMC Public Health, 24(2593), 1-9. https://doi.org/10.1186/s12889-024-19937-1
Fakhry, A. (2024). kesadaran kesehatan mental bagi aparatur sipil negara. Desentralisasi: Jurnal Hukum, Kebijakan Publik, dan Pemerintahan, 1(3), 1-4. https://doi.org/10.62383/desentralisasi.v1i3.31
Fauzi, A. N., & Suminar, D. R. (2023). Tingkat literasi kesehatan mental pada mahasiswa teknik berdasarkan jenis kelamin. Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental (BRPKM), 3(2), 115–125.
Fonna, Z., Abdullah, A., & Arifin, V. N. (2024). Faktor-faktor yang berhubungan dengan literasi kesehatan mental pada mahasiswa. Journal of Public Health Innovation, 5(1), 120-129. https://doi.org/10.34305/jphi.v5i01.1440
Fuady, I. A., Puji, R., As-Sahih, A. A., Muhiddin, S., & Sumantri, M. A. (2019). Trend literasi kesehatan mental trend of mental health literacy. Jurnal Magister Psikologi UMA, 11(1), 12–20. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.3128 9/analitika.v11i1.2294
Hurlock, E. (1980). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (ed.5). Jakarta: PT Penerbit Erlangga.
Jorm, A. F. (2000). Mental health literacy: Public knowledge and beliefs about mental disorders. The British Journal of Psychiatry, 177(5), 396–401. https://doi.org/10.1192/bjp.177.5.396
Jorm, A. F. (2012). Mental health literacy; empowering the community to take action for better mental health. American Psychologist, 67(3), 231–243. https://doi.org/10.1037/a0025957
Jorm, A. F., Korten, A. E., Jacomb, P. A., Christensen, H., Rodgers, B., & Pollitt, P. (1997). Mental health literacy”: A survey of the public’s ability to recognise mental disorders and their beliefs about the effectiveness of treatment. Medical Journal of Australia, 166(4), 182–186. https://doi.org/10.5694/j.1326-5377.1997.tb140071.x
Lumanauw, M., et al. (2021). Literasi kesehatan masyarakat dalam era digital. Jurnal Sistem Informasi Kesehatan.
Maulana, A. S., Dayita, H., & Nugraha, A. C. W. (2026). Hubungan literasi kesehatan mental dengan perilaku pencarian bantuan psikologis pada anggota kepolisian. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 3(2), 1271-1284. https://doi.org/10.61722/jmia.v3i2.9857
Molana. (2020). Diduga Depresi PNS di Medan Bakar Diri Hingga Tewas. Diambil dari https://news.detik.com/berita/d-4895203/diduga-depresi-pnsdi-medan-bakar-diri-hingga-tewas , diakses tanggal 28 Juni 2026.
Nirkomala. (2018). Dua PNS di Mataram Terindikasi Gangguan Jiwa. Diambil dari https://mataram.antaranews.com/berita/35852/dua-pns-di-mataramterindikasi-gangguan-jiwa , diakses tanggal 28 Juni 2026.
O'Connor, M., & Casey, L. (2015). The Mental Health Literacy Scale (MHLS): A new scale-based measure of mental health literacy. Psychiatry Research, 229(1–2), 511–515.
Pongtambing, Y. S., Sampetoding, E. A., Uksi, R., & Manapa, E. S. (2024). Digitalisasi dan literasi kesehatan pada smart village. Compromise Journal: Community Proffesional Service Journal, 2(1), 11-18.
Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144. Sekretariat Negara. Jakarta.
Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 5. Sekretariat Negara. Jakarta.
Rifkin-Zybutz, R., Turner, N., Derges, J., Bould, H., Sedgewick, F., Gooberman-Hill, R., Linton, M. J., Moran, P., & Biddle, L. (2023). Digital technology use and mental health consultations: survey of the views and experiences of clinicians and young people. JMIR Mental Health, 10(1).
Sekaran, U., & Bougie, R. (2019). Research methods for business: A skill-building approach (8th ed.). John Wiley & Sons.
Smith, L., & Jackson, M. (2022). Normalization of therapy and mental health services among Generation Z: A gender-neutral perspective. Journal of Contemporary Psychology, 58(4), 345-356.
Smith, L., Smith, P., & Thompson, R. (2018). Mental health literacy and its impact on help-seeking behavior among university students. Journal of Mental Health, 27(5), 430-436.
World Health Organization. (2020). Mental health: A global priority. Jenewa: World Health Organization.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Happy Cahyani Sunusi, Nugraheni Putri Utami, Frolis Labiro

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










