Makna Tumpeng Tempe dalam Ritual Ruwah Desa di Desa Sedengan Mijen

Authors

  • Dewi Mutiatus Sholicha Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
  • Vika Yolanda Anjani Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
  • Erwin Kusuma Wardana Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
  • Kukuh Sinduwiatmo Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

DOI:

https://doi.org/10.57250/ajpp.v5i2.3001

Keywords:

tumpeng tempe, ruwah desa, interaksi simbolik, komunikasi budaya, Desa Sedengan Mijen

Abstract

Tradisi Ruwah Desa di Desa Sedengan Mijen, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, memiliki kekhasan budaya dengan mewajibkan kehadiran Tumpeng Tempe sebagai syarat mutlak dan ikon utama ritual. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk membongkar makna simbolik Tumpeng Tempe dalam ritual Ruwah Desa, guna melihat bagaimana masyarakat mengonstruksi identitas ekonomi mereka ke dalam sebuah tradisi keagamaan dan kebudayaan. Data penelitian diperoleh melalui teknik observasi, wawancara mendalam bersama dua informan yang terlibat aktif sejak awal tradisi, serta dokumentasi, yang kemudian dianalisis melalui lensa teori Interaksionisme Simbolik dari George Herbert Mead dan Herbert Blumer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tempe mengalami pergeseran makna dari entitas profan berupa lauk-pauk harian menjadi medium komunikasi spiritual yang sakral. Tumpeng Tempe dimaknai sebagai representasi identitas kolektif desa sentra perajin tempe, lambang kesederhanaan, serta wujud rasa syukur dan penghormatan kepada leluhur. Bentuk kerucut pada tumpeng secara khusus melambangkan komunikasi vertikal untuk penyampaian doa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Rangkaian prosesi adat ini juga berfungsi sebagai media komunikasi sosiokultural yang memperkuat gotong royong dan solidaritas warga. Meskipun demikian, arus modernisasi memunculkan tantangan nyata berupa menurunnya pemahaman filosofis dan antusiasme partisipasi generasi muda, sehingga sangat diperlukan upaya pewarisan dan pelestarian yang berkesinambungan agar identitas lokal ini tetap lestari.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2026-06-30

How to Cite

Dewi Mutiatus Sholicha, Vika Yolanda Anjani, Erwin Kusuma Wardana, & Kukuh Sinduwiatmo. (2026). Makna Tumpeng Tempe dalam Ritual Ruwah Desa di Desa Sedengan Mijen. Arus Jurnal Psikologi Dan Pendidikan, 5(2), 1982–1989. https://doi.org/10.57250/ajpp.v5i2.3001

Issue

Section

Artikel