Model Pembelajaran IPAS Materi Gelombang Bunyi Berbasis Laboratorium Etnosains Sasak Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa Sekolah Dasar

Authors

  • M. Zaini Saparingga Universitas Muhammadiyah Mataram
  • Khairil Anwar Universitas Muhammadiyah Mataram
  • M. Aris Akbar Universitas Muhammadiyah Mataram

DOI:

https://doi.org/10.57250/ajpp.v5i2.3135

Keywords:

IPAS, etnosains, laboratorium etnosains, gelombang bunyi, ketrampilan proses sains, budaya sasak

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan sekaligus menguji efektivitas model pembelajaran IPAS berbasis Laboratorium Etnosains Sasak pada materi gelombang bunyi untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa sekolah dasar. Pembelajaran memanfaatkan fenomena budaya lokal Masyarakat sasak, seperti alat musik tradisional Gendang Beleq, Gong, dan Rincik sebagai laboratorium kontekstual untuk mengamati konsep gelombang bunyi. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, dan Evaluation. Subjek penelitian terdiri atas siswa kelas IV SD. Instrument penelitian berupa lembar validasi ahli, lembar observasi keterampilan proses sains, tes hasil belajar, angkey respon siswa, dan wawancara guru. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Peningkatan keterampilan proses sains siswa berada pada kategori sedang hingga tinggi dengan nilai N-Gain sebesar 0, 72. Selain meningkatkan keterampilan proses sains, model pemebelajaran juga meningkatkan motivasi belajar, kemampuan berpikir ilmiah, serta apresiasi siswa terhadap budaya local sasak. Dengan demikian, model pembelajaran IPAS berbasis Laboratorium Etnosains Sasak layak digunakan sebagai alternatif pembelajaran kontekstual pada materi gelombang bunyi di sekolah dasar.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arfianawati, S., Sudirman, & Sumarni, W. (2016). Model Pembelajaran Kimia Berbasis Etnosains untuk Mengembangkan Literasi Sains Siswa.

Jufrida, Dani, R., Basuki, F. R. & Astuti, S. R. D. (2021). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal Materi Gelombang Bunyi untuk SMA Kelas XI. Physics and Science Education Jornal.

Kemendikbudristek. (2022). Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka Mata Pelajaran IPAS Sekolah Dasar.

Muliadi, A., Sarjan, M., & Rokhmat, J. (2022). Pendidikan IPA Multidimensional pada Etnosains Bale Adat Sasak: Perspektif Filsafat. Jurnal Ilmiah Mandala Education.

Ningtyas, S.A., & Setiawan, B. (2023). Penerapan Discovery Learning Berbasis Etnosains untuk Meningkatkan Hasil Belajar peserta Didik pada Materi Getaran dan Gelombang. Jurnal Pendidikan MIPA.

Pana, A., Asrin, & Sobri, M. (2024). Pengembangan Modul Pembelajaran Etnopedagogik Berbasis Kearifan Lokak Sasak pada Pembelajaran IPAS Kelas IV. Pendas: Jurnal Ilmilah Pendidikan Dasar.

Putri, M. R., Suryajaya, & Sholahuddin. (2023). Pengembangan E-Modul IPA Topik Getaran, Gelombang dan Bunyi Berbasis Etnosains untuk Meningkatkan Karakter Kayuh Baimbai. Journal of Banua Science Education.

Sari, N., Ulandari, R. D. P., Sumardi, Kandi, & Erfan, M. (2024). Pengembangan LKPD IPA Berbasis Etnosains pada Materi Bunyi dalam meningkatkan Literasi Sains Peserta Didik Sekolah Dasar. Journal Ilmiah profesi Pendidikan.

Published

2026-06-30

How to Cite

Saparingga, M. Z., Anwar, K. ., & Akbar, M. A. . (2026). Model Pembelajaran IPAS Materi Gelombang Bunyi Berbasis Laboratorium Etnosains Sasak Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa Sekolah Dasar. Arus Jurnal Psikologi Dan Pendidikan, 5(2), 2312–2315. https://doi.org/10.57250/ajpp.v5i2.3135

Issue

Section

Artikel