Menafsir Ulang Piagam Madinah: Solusi Historis untuk Mengelola Pluralisme dan Identitas di Era Globalisasi
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajpp.v5i2.2866Kata Kunci:
Piagam Madinah, Pluralisme, Globalisasi, Multikulturalisme, dan Identitas SosialAbstrak
Era globalisasi dan kemajuan teknologi tidak hanya menciptakan ruang sosial yang semakin majemuk, tetapi juga memicu tantangan serius berupa krisis identitas, intoleransi, dan polarisasi sosial di tengah masyarakat multikultural. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi dan menafsirkan ulang Piagam Madinah sebagai paradigma historis dan normatif dalam tata kelola pluralisme serta penyelesaian kontestasi identitas di era kontemporer. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif melalui metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari naskah Piagam Madinah serta literatur terkait, yang kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Piagam Madinah menawarkan model pengelolaan keberagaman melalui konsep ummah. Konsep ini terbukti berhasil menyatukan kelompok masyarakat yang berbeda agama dan etnis ke dalam satu kesatuan komitmen sosial tanpa menghapus identitas asli mereka. Tata kelola ini dibangun di atas prinsip toleransi, kesetaraan, kebebasan beragama, keadilan hukum, dan tanggung jawab kolektif. Sebagai kesimpulan, nilai-nilai fundamental dalam Piagam Madinah sangat relevan untuk diadopsi pada masyarakat modern guna menangkal radikalisme dan politik identitas eksklusif. Hal ini dapat diwujudkan melalui penguatan moderasi beragama, pendidikan pluralisme, dan budaya musyawarah (syura) untuk mencapai integrasi sosial dan harmoni global.
Unduhan
Referensi
Ahmad, K., & Muhammad, M. K. (2025). Revisiting Medinah Charter: Towards the Realization of Maqasid Al-Shariah for Contemporary Plural Societies. International Journal of Islamic Thought, 27. https://doi.org/10.24035/ijit.27.2025.321
Alfariki, S. W. (2024). Makna dan Relevansi Piagam Madinah dalam Konteks Persatuan Umat, Kebebasan Beragama Konstitusi Negara Modern di Indonesia. Bulletin of Comunity Engagement, 4(2), 257–264. https://doi.org/https://doi.org/10.51278/bce.v4i2.1372
Ardiansyah, D., & Basuki, B. (2023). Pencegahan Radikalisme melalui Implementasi Moderasi Beragama dalam Perspektif Piagam Madinah. Fahima, 2(2), 117–128. https://doi.org/10.54622/fahima.v2i2.103
Aulia, N., Clarrisa, N., Nasution, M. S. A.-B., Azura, A., Hafi, B., & Ihsan, M. I. (2026). MULTIKULTURALISME DI ERA DIGITAL DAN GLOBALISASI: TANTANGAN, PELUANG, DAN STRATEGI PENGUATAN IDENTITAS BUDAYA. Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 11(10). https://doi.org/https://doi.org/10.9963/d0acdj89
Burhanuddin, M. (2019). CONFLICT MAPPING PIAGAM MADINAH (ANALISA LATAR BELAKANG SOSIOKULTURAL PIAGAM MADINAH). JURNAL AL-IJTIMAIYYAH, 5(2), 1. https://doi.org/10.22373/al-ijtimaiyyah.v5i2.5233
Faqia, D. M., Karomi, K., Sansayto, T., Nasif, H., & Yahya, Y. K. (2026). Piagam Madinah sebagai Model Multikulturalisme Islam untuk Pengelolaan Keragaman di Indonesia. Civil Officium: Journal of Empirical Studies on Social Science, 5(1), 107–115. https://doi.org/https://doi.org/10.53754/civilofficium.v5i1.760
Hamzah. (2022). THE REFLECTION OF MEDINA CHARTER AS A BASIS FOR RELIGIOUS MODERATION IN INDONESIA. Jurnal Al-Dustur, 5(1), 1–17. https://doi.org/10.30863/jad.v5i1.2601
Karima, M. K., Megarani, S., Siregar, J. S., Diwanta, F., Ramadiah, P. S., Tantri, D. A., Marwa, N. A., Azizah, Z. P., Zaki, A., Saptriana, L., Boangmanalu, L. K., & Sitorus, M. U. (2023). Telaah Piagam Madinah Sebagai Konstitusi Pertama Dunia. PENDIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial), 2(1), 35–47. https://doi.org/10.61721/pendis.v2i1.216
Kurnia, A., Zaenudin, & Himmawan, D. (2024). Konsep Pluralisme Abdurrahman Wahid Dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Islam. Journal Islamic Pedagogia, 4(1), 1–11. https://doi.org/10.31943/pedagogia.v4i1.115
Muthoharoh, S. N., Nasikhah, S. L., M. Chanif Chaniago, & Ahmad Manshur. (2026). Pluralisme dalam Ajaran Islam: Telaah Konsep dan Implementasinya dalam Masyarakat. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(3), 2088–2097. https://doi.org/10.61104/alz.v4i3.5580
Nurjanah, E. (2019). MADINAH CHARTER AS A PLURALISTIC COMMUNITY STRUCTURE. Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam, 16(2), 210–214. https://doi.org/10.15575/al-tsaqafa.v16i2.5913
Raihana. (2021). EKSISTENSI PLURALITAS DALAM PIAGAM MADINAH. JOURNAL EQUITABLE, 5(1), 1–11. https://doi.org/10.37859/jeq.v5i1.2518
Samosir, H. E., Hussin, M. N. B., Sudianto, Marlina, & Azman. (2025). Recontextualizing the Medina Charter: Consensus-Based Political Communication for Contemporary Plural Societies. MILRev: Metro Islamic Law Review, 4(1), 645–675. https://doi.org/10.32332/milrev.v4i1.10523
Sutikno. (2022). Islam Dalam Globalisasi: (Pengembangan Nalar Kritis Dalam Ilmu KeIslaman Kontemporer). Madinah: Jurnal Studi Islam, 9(2), 331–346. https://doi.org/10.58518/madinah.v9i2.1447
Wildan, M., Saepudin, & Nur, A. Z. (2022). PIAGAM MADINAH: STRATEGI POLITIK DAKWAH NABI MUHAMMAD PERIODE MADINAH. EDUGAMA: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan, 8(1), 136–149. https://doi.org/https://doi.org/10.32923/edugama.v8i1.2653
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Alif Mochamad Ridwan, Fildzah Amelia, Dina Wulandari, Fahreza Achmad Rizky, Abdul Fadhil

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










