Transformasi Tenun Melayu Menjadi Ekonomi Kreatif Lokal: Studi Kasus Rumah Tenun Kampung Bandar

Penulis

  • Zikra Afdhila Universitas Riau, Pekanbaru
  • Eva Indriyani Universitas Riau, Pekanbaru
  • Nadya Montana Universitas Riau, Pekanbaru
  • Nazwa Keysa Ningrum Universitas Riau, Pekanbaru
  • Zahra Nabila Universitas Riau, Pekanbaru
  • Adisza Yendri Ramadita Universitas Riau, Pekanbaru
  • Hambali Universitas Riau, Pekanbaru

DOI:

https://doi.org/10.57250/ajpp.v5i2.2881

Kata Kunci:

Tenun Melayu, Ekonomi Kreatif, Pemberdayaan Perempuan, Budaya Lokal

Abstrak

Penelitian ini menganalisis proses transformasi Tenun Melayu di Rumah Tenun Kampung Bandar sebagai bentuk adaptasi budaya dan penguatan ekonomi kreatif lokal. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi, penelitian ini menemukan bahwa transformasi tenun berlangsung secara evolutif melalui lima tahap utama: pelestarian, adaptasi, inovasi, komodifikasi, dan globalisasi. Tenun Melayu tidak lagi sekadar simbol adat, melainkan menjadi identitas kolektif dan sumber ekonomi masyarakat, terutama bagi perempuan. Dukungan pemerintah, digitalisasi pemasaran, serta inovasi desain memperkuat keberlanjutan industri ini. Namun, keterbatasan modal, regenerasi pengrajin muda, dan ancaman produk imitasi menjadi hambatan utama. Secara keseluruhan, Tenun Melayu terbukti mampu mengintegrasikan nilai budaya dan ekonomi secara berkelanjutan, menjadikannya model ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal yang memberdayakan perempuan dan menjaga identitas budaya Melayu.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Bahtera. (2024). Women ’ s Empowerment Based Creative Economy Through Knitting And Embroidery. 11, 1691–1699.

Hartika. (2024). PEMBERDAYAAN PEREMPUAN BERBASIS INOVASI PENGELOLAAN KAIN TENUN MELALUI EKONOMI KREATIF SEBAGAI DAYA TARIK WISATA DI DESA PRINGGASELA SELATAN, KABUPATEN LOMBOK TIMUR, NTB Oleh. 3(3), 875–888.

Hermina, S. (2025). Pemberdayaan Perempuan Pengrajin Tenun Melalui Pelatihan Desain Motif Untuk Mendukung Pengembangan Ekonomi Kreatif Di Desa Lanto. 10(9), 7526–7537.

Husma. (2024). MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA berinteraksi dengan masyarakat . Pemerintahan Desa menurut Undang-Undang mengembangkan , melestarikan , dan mempromosikan kerajinan tenun sebagai. 5(2), 186–195.

Ishak, K., & Selamat, M. I. (2025). Pengembangan Industri Kreatif Tenun Songket Berbasis Potensi Budaya Lokal Di Desa Sebauk Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat. 2(1), 16–26.

Latifah, U. (2025). Pengembangan Ekonomi Kreatif Melalui Kain Tenun dengan Menggunakan Strategi Pemasaran Digital. 5(1), 159–177.

Marwanti, S. R. I., & Astuti, I. D. W. I. (2012). MELALUI PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN KELUARGA. 9(1), 134–144.

Ndandara, A. (2024). The Role of Women Weavers in Improving the Family Economy in Kampung Sabu Kelurahan Oepura Kota Kupang. https://doi.org/10.59324/ejtas.2024.2(1).03

Ode, L., Rakhman, A., Mustaqim, F., Surya, A. S., Fadila, A., Na, P., Buton, U. M., Mustaqim, F., Surya, A. S., Fadila, A., & Na, P. (2025). Sosialisasi Peningkatan Daya Saing Pengrajin Kain Tenun melalui Pemasaran Digital. 6(4), 437–443. https://doi.org/10.31004/abdidas.v6i4.1184

Permatasari. (2024). Peranan Perempuan dalam Pengembangan Produk Ekonomi Kreatif ditinjau dari Perspektif Ekonomi Islam. 39–48.

Rimbawati, & Kustulasari, D. (2023). (2023). Perempuan dan ekonomi kreatif tenun: Perspektif gender. Rimbawati, & Kustulasari, D. (2023).

Roles, T., Woman, O., Order, I., Increase, T., Economic, T., Of, S., By, F., Weaving, L., Heritage, C., Nggorea, I., & Sulaiman, H. (2020). Peran Kaum Perempuan Dalam Meningkatkan Sosial Ekonomi Keluarga Melalui Kearifan Lokal Tenun Ikat di Desa Nggorea. 17(1), 11–20.

Sarang, R. K., & Jiaripits, A. (2025). Modernitas dan Dislokasi Budaya : Studi tentang Hilangnya Praktik Kearifan Lokal pada Masyarakat Asmat. XIII(1), 73–92.

Spradley, J. P. (2006). Metode Etnografi. Tiara Wacana.

Wangi, M. S., Studi, P., Komunikasi, I., & Riyadi, U. S. (n.d.). Pemberdayaan Perempuan Dalam Mengembangkan Potensi Wisata Berbasis Kearifan. 27–31.

Zaroni, A. N. (2022). The Economic Empowerment of Women Through Local Culture-Based Crafts ( Ulap Doyo Woven Fabric in Tanjung Jone Village , West Kutai Regency , East Kalimantan ). https://doi.org/10.4108/eai.30-8-2021.2316405

Diterbitkan

2026-06-24

Cara Mengutip

Afdhila, Z., Indriyani , E., Montana, N. ., Ningrum, N. K., Nabila, Z. ., Ramadita, A. Y. ., & Hambali. (2026). Transformasi Tenun Melayu Menjadi Ekonomi Kreatif Lokal: Studi Kasus Rumah Tenun Kampung Bandar. Arus Jurnal Psikologi Dan Pendidikan, 5(2), 1449–1457. https://doi.org/10.57250/ajpp.v5i2.2881

Terbitan

Bagian

Artikel