Jenis Kelamin dan Regulasi Emosi pada Santri Pondok Pesantren
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i2.1668Keywords:
jenis kelamin, regulasi emosi, cognitive reappraisal, expressive supressionAbstract
Regulasi emosi merupakan sebauh proses mengenal, memelihara, dan mengatur emosi positif maupun negatif, baik secara disadari maupun tidak disadari. Individu yang memiliki kemampuan regulasi emosi yang sesuai lebih mampu memecahkan konflik interpersonal dan menyesuaikan diri dengan tuntutan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara jenis kelamin dengan penggunaan strategi regulasi emosi pada santri di pondok pesantren. Partisipan pada penelitian ini sebanyak 340 santri yang terdiri dari 170 santri perempuan dan 170 santri laki-laki dengan rentang usia 13-16 tahun yang telah dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Skala yang digunakan sebagai alat ukur penelitian adalah The Emotion Regulation Questionnaire for Children and Adolescents yang dikembangkan oleh Gullone dan Taffe. Hasil penelitian menemukan bahwa tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan masing-masing strategi regulasi emosi (p>0.05), baik strategi regulasi emosi cognitive reappraisal maupun expressive supression.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Novita Sari, Durratul Islami

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













