Analisis Komunikasi Politik Media Sosial Pemerintah Kabupaten Sikka Terhadap Kampanye Jaga Bersama Nian Tana
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajsh.v6i1.2697Keywords:
komunikasi politik, media sosial, legitimasi, partisipasi publik, kebijakan lingkunganAbstract
Penelitian ini menganalisis efektivitas penggunaan media sosial dalam kampanye gerakan jaga bersama nian tana oleh pemerintah kabupaten Kabupaten Sikka dalam perspektif komunikasi politik. Dalam era komunikasi digital, media sosial menjadi instrumen strategis pemerintah daerah untuk menyebarkan pesan kebijakan, membangun citra, dan memperoleh legitimasi publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi digital (netnografi), dokumentasi, dan wawancara semi-terstruktur. Analisis dilakukan menggunakan model analisis wacana kritis Teun A. Van Dijk yang mencakup analisis teks, kognisi sosial, dan konteks sosial.Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial resmi dinas lingkungan hidup kabupaten Sikka berfungsi efektif dalam meningkatkan kesadaran publik dan memperkenalkan nilai-nilai moral dalam menjaga lingkungan melalui narasi visual, slogan, dan dokumentasi kegiatan. Kampanye ini berhasil membangun legitimasi simbolik pemerintah sebagai aktor yang peduli terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan. Namun, efektivitas tersebut masih terbatas pada aspek informatif dan persuasif, karena komunikasi yang dibangun cenderung bersifat satu arah (top-down) dan belum sepenuhnya membuka ruang deliberasi publik yang partisipatif. Minimnya interaksi dua arah menunjukkan bahwa media sosial lebih difungsikan sebagai instrumen legitimasi kebijakan dibandingkan sebagai ruang dialog publik.Secara konseptual, penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas komunikasi politik digital tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menyebarkan pesan, tetapi juga oleh kemampuan menciptakan ruang komunikasi yang dialogis dan partisipatif. Oleh karena itu, diperlukan transformasi strategi komunikasi politik yang lebih inklusif dan deliberatif agar kampanye kebijakan lingkungan tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga mampu mendorong partisipasi aktif masyarakat secara berkelanjutan.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Yanuarius Tibo, Alfian Harbiyanto, Wilfridus Valiance

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













