Representasi Eskapisme Dan Kritik Sutradara Hideaki anno Terhadap Fandom Evangelion (Analisis Semiotika Film Neon Genesis Evangelion: The End Of Evangelion)
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajsh.v6i2.3304Keywords:
Semiotika Roland Barthes, Teori Auteur, Toxic Fando, Neon Genesis Evangelion: The End of Evangelion, Hideaki AnnoAbstract
Penelitian ini mengkaji film Neon Genesis Evangelion: The End of Evangelion karya Hideaki Anno sebagai representasi eskapisme dan kritik terhadap tekanan fandom pascakontroversi episode akhir serial televisinya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan analisis Semiotika Roland Barthes pada tataran denotasi, konotasi, dan mitos, penelitian ini membedah lima unit analisis semiotik yang terdiri atas empat sekuens utama dan satu unit relasional antarscene. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interupsi teks, coretan krayon, montase live-action, visual audiens, dokumen ancaman, serta hubungan antara pertanyaan “Apa Terasa Nyaman?” dan dialog penutup “Menjijikkan” membentuk pola konfrontasi yang mengganggu kenyamanan sinematik dan mempertemukan dunia fiksi dengan realitas audiens. Pada tataran mitos, rangkaian tanda tersebut menggugat gagasan bahwa fiksi merupakan ruang pelarian yang absolut serta mengkritik anggapan bahwa penggemar memiliki hak untuk mendikte arah kreatif karya. Teori Auteur digunakan sebagai lensa kontekstual untuk membaca posisi kreatif sutradara, sedangkan kesimpulan mengenai makna tetap diturunkan dari tanda-tanda yang dianalisis dan triangulasi sumber.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Zidane Amarullah, Indriati Yulistiani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













