Moral Disengagement Sebagai Mediator dalam Hubungan antara Moral Identity dan Intention To Corruption pada Mahasiswa

Penulis

  • Ricky Ardiansyah Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Eben Ezer Nainggolan Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Sayidah Aulia Ul Haque Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i2.1492

Kata Kunci:

Moral Disengagement, Korupsi, Mahasiswa

Abstrak

Permasalahan dalam penelitian ini diidentifikasi sebagai masih adanya kecenderungan mahasiswa di Surabaya memiliki intention to corruption, yang diduga dipengaruhi oleh tingkat moral identity, dengan peran moral disengagement sebagai mediator. Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan antara moral identity dengan intention to corruption, serta peran moral disengagement sebagai variabel mediator, dengan tujuan menggali proses psikologis yang memungkinkan individu tetap memiliki niat korupsi meskipun memiliki identitas moral tertentu. Penelitian ini melibatkan 350 mahasiswa sebagai partisipan, dengan teknik analisis mediasi menggunakan PROCESS Macro model 4 oleh Hayes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moral identity memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap intention to corruption dengan koefisien regresi sebesar 0,203 dan taraf signifikansi p < 0,001. Uji mediasi menunjukkan bahwa moral disengagement mampu memediasi hubungan antara moral identity dengan intention to corruption secara signifikan, yang menunjukkan bahwa moral disengagement memiliki peran penting dalam menjelaskan peningkatan niat korupsi pada mahasiswa meskipun memiliki moral identity yang tinggi.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Diterbitkan

2025-08-06

Cara Mengutip

Ardiansyah, R., Nainggolan, E. E. ., & Haque, S. A. U. . (2025). Moral Disengagement Sebagai Mediator dalam Hubungan antara Moral Identity dan Intention To Corruption pada Mahasiswa. Arus Jurnal Sosial Dan Humaniora, 5(2), 2078–2085. https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i2.1492

Terbitan

Bagian

Artikel