Peran Komunikasi Paternal terhadap Moral dan Pola Perilaku pada Keluarga Fatherless
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i3.2063Kata Kunci:
Fatherless, komunikasi interpersonal, komunikasi paternal, moral, pola perilakuAbstrak
Fenomena fatherless atau ketiadaan figur ayah dalam keluarga merupakan permasalahan sosial yang semakin mengkhawatirkan di Indonesia dan penelitian ini bertujuan mengkaji peran komunikasi paternal terhadap pembentukan moral serta pola perilaku pada keluarga fatherless dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui teknik wawancara mendalam yang melibatkan delapan partisipan berusia 20 hingga 22 tahun yang mengalami kondisi fatherless selama masa pertumbuhan dan remaja mereka. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola serta makna dari pengalaman partisipan dan hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal dalam keluarga mengalami gangguan signifikan akibat absennya figur ayah sehingga menyebabkan ketimpangan fungsi komunikasi yang seharusnya bersifat triadik menjadi hanya diadik antara ibu dan anak. Komunikasi paternal memiliki karakteristik distinktif yang mencakup fungsi modeling serta penguatan identitas gender dan bimbingan akademik ditambah pembentukan ketahanan emosional yang kuat dan fenomena fatherless menimbulkan dampak berupa restrukturisasi peran keluarga serta konflik emosional dan krisis identitas ditambah perubahan pola interaksi sosial meskipun juga mengembangkan kemandirian pada beberapa partisipan. Remaja fatherless mengalami pergeseran rujukan moral dari ayah ke ibu atau teman sebaya serta menunjukkan perubahan dalam regulasi emosi dan pola perilaku berdasarkan gender mereka dan kualitas komunikasi paternal terbukti lebih menentukan dibandingkan kuantitas kehadiran fisik ayah dengan elemen kunci meliputi kehangatan emosional serta konsistensi keteladanan dan substansi bermakna ditambah responsivitas terhadap kebutuhan anak yang menegaskan pentingnya upaya preventif meningkatkan kesadaran ayah tentang keterlibatan komunikatif serta intervensi kuratif menyediakan figur ayah alternatif untuk meminimalkan dampak negatif fenomena fatherless.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Cinta Sofia Manda, Fifi Novianty

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













