Pemanfaatan Limbah Tulang Ikan sebagai Penyedap Rasa Alami dalam Peningkatan Nilai Tambah Ekonomi Kelompok Nelayan di Desa Tanjung Tiram
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajsh.v6i1.2620Kata Kunci:
Limbah ikan, Nilai tambah, Penyedap rasa alami, Ekonomi pesisir, UMKMAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pemanfaatan limbah tulang ikan sebagai penyedap rasa alami dalam meningkatkan nilai tambah ekonomi kelompok nelayan di Desa Tanjung Tiram, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan. Pendekatan penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan analisis nilai tambah (value added analysis) berdasarkan proses pengolahan limbah menjadi produk bubuk penyedap rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah tulang ikan memiliki potensi sebesar ±19 kg per hari yang berasal dari berbagai jenis ikan seperti cakalang, tongkol, kembung, dan layang. Proses produksi meliputi tahap pembersihan, perebusan, pengeringan, penggilingan, dan pengemasan sederhana yang dapat dilakukan oleh kelompok nelayan. Produk yang dihasilkan memiliki karakteristik warna krem kecoklatan, aroma gurih khas ikan, tekstur bubuk halus, serta rasa umami alami dengan daya simpan 3–4 bulan. Hasil analisis nilai tambah menunjukkan bahwa dari 1 kg limbah tulang ikan diperoleh nilai tambah sebesar Rp130.000 dengan margin keuntungan sebesar 65%. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah tulang ikan tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir, tetapi juga mendukung konsep circular economy berbasis sumber daya lokal.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Ridha Taurisma Lajaria, Mariani, Mustiqa Safira

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













