Transformasi Prostitusi Konvensional Menjadi Prostitusi Online di Kota Bengkulu
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajsh.v6i1.3068Kata Kunci:
Prostitusi Online, Transformasi Digital, Aplikasi Kencan, Media Komunikasi Digital, Kota BengkuluAbstrak
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan pada berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk dalam praktik prostitusi yang kini semakin memanfaatkan media digital sebagai sarana operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi prostitusi konvensional menjadi prostitusi online di Kota Bengkulu serta mengidentifikasi pola operasional yang digunakan dalam praktik tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi non-partisipatif yang dilaksanakan pada Januari–Maret 2026. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan lapangan dan observasi terhadap aplikasi digital yang diduga digunakan sebagai media promosi dan pemesanan jasa seksual. Data dianalisis berdasarkan pola interaksi, mekanisme transaksi, penggunaan teknologi digital, serta lokasi yang digunakan dalam praktik prostitusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prostitusi di Kota Bengkulu masih berlangsung dan mengalami pergeseran dari sistem konvensional menuju sistem berbasis digital. Aplikasi kencan dan media komunikasi digital dimanfaatkan untuk menawarkan jasa, mencari pelanggan, melakukan negosiasi tarif, serta menentukan lokasi pertemuan. Ditemukan penggunaan istilah tertentu sebagai kode dalam menawarkan layanan seksual, dengan tarif berkisar antara Rp300.000 hingga Rp600.000. Transaksi umumnya dilakukan di hotel, rumah kos, atau melalui sistem panggilan sesuai kesepakatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa digitalisasi telah meningkatkan fleksibilitas dan kerahasiaan praktik prostitusi sehingga menjadi tantangan bagi pengawasan sosial dan penegakan hukum.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Anggi Saputra

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













