Transmisi Picak Khakot di Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i3.1726Kata Kunci:
Picak Khakot, transmisi budaya, dan pelestarian budayaAbstrak
Picak Khakot merupakan salah satu warisan budaya takbenda masyarakat Lampung di kabupaten Tanggamus. Tarian ini memiliki nilai historis, estetis, dan simbolik yang kuat. Artikel ini membahas proses transmisi Picak Khakot sebagai bentuk pelestarian budaya lokal di tengah dinamika social dan perkembangan zaman. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data studi Pustaka dan observasi lapangan, serta dianalisis menggunakan teori transmisi budaya. Hasil kajian menunjukkan, bahwa proses pewarisan Picak Khakot dilakukan melalui dua jalur utama, yakni transmisi formal melalui sanggar seni, serta transmisi informal melalui lingkungan keluarga dan komunitas adat. Selain itu, transmisi ini juga dipengaruhi oleh media digital sebagai sarana baru dalam memperluas jangkauan budaya. Namun demikian tantangan tetap muncul seperti menurunnya minat generasi muda, tetapi ada dukungan dukungan kebijakan pemerintah daerah meskipun bukan berupa kebijakan. Oleh karena itu, pelestarian Picak Khakot memerlukan kolaborasi antar masyarakat, pelaku seni, dan Lembaga Pendidikan agar nilai-nilai budaya lokal tetap hidup dan relevan bagi generasi mendatang.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Dwiyana Habsary, Nabilla Kurnia Adzan, Agung Kurniawan, I Wayan Mustika

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














