Mengenang Perang Tondano melalui Benteng Moraya dari Situs Sejarah menjadi Warisan Budaya
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i3.1887Kata Kunci:
Perang, Tondano, Benteng MorayaAbstrak
Artikel ini menyelidiki Benteng Moraya, salah satu situs bersejarah penting di Sulawesi Utara, yang menunjukkan perjuangan orang Minahasa dalam Perang Tondano melawan penjajahan Belanda pada abad 17-awal abad ke-19. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah dari Louis Gottschalk. Penelitian ini bertujuan untuk mencatat nilai budaya, sejarah Benteng Moraya dan mempelajari peranannya dalam pelestarian warisan budaya dan pertumbuhan pariwisata di wilayah Tondano. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Benteng Moraya tidak hanya berfungsi sebagai monumen peringatan, tetapi juga sebagai pusat pendidikan budaya yang membantu memperkuat identitas lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang bergantung pada pariwisata. Revitalisasi situs sejarah sebagai media pembelajaran sejarah publik dan pendekatan pelestarian budaya yang terpadu sangat penting.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Anggelina Kepadamu Pinamangun, Desi Nurafiani Barumbu, Herpi Imanuel, Injilia Klarisa Kawet , Marni Lestari Waruwu, Mersi Tandi Padang, Ni Made Tiara Sari, Nurul Triyarti Halusa, Sevlyn Cintya Eurine, Aksilas Dasfordate

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














