Hate Speech Scale: Measuring Instrument Construction
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajpp.v5i2.2923Keywords:
Ujaran Kebencian, Konstruksi Alat Ukur, MahasiswaAbstract
Perkembangan media sosial yang pesat memunculkan fenomena ujaran kebencian yang mengancam kualitas diskursus publik, termasuk di kalangan mahasiswa. Namun, instrumen pengukuran ujaran kebencian yang terstandar dan sesuai dengan konteks lokal Indonesia, khususnya di lingkungan perguruan tinggi Islam, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengkonstruksi serta menguji validitas dan reliabilitas alat ukur ujaran kebencian berdasarkan teori Bhikhu Parekh (2012) pada mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Hipotesis penelitian menyatakan bahwa instrumen yang dikembangkan memiliki validitas isi, validitas konstruk, reliabilitas, dan kecocokan model yang baik. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain terapan. Sebanyak 721 mahasiswa berpartisipasi melalui teknik accidental sampling. Konstruksi alat ukur mengacu pada tiga tahap Loevinger, yaitu validitas substantif, struktural, dan eksternal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh 7 item memiliki validitas isi yang baik (Aiken’s V > 0,7), daya beda item tinggi (corrected item-total correlation > 0,3), dan reliabilitas sangat baik (Cronbach’s Alpha = 0,945). Analisis CFA mengkonfirmasi tiga dimensi utama, yaitu Targeted Against Identifiable Group, Stigmatization, dan Legitimizes Hostility, dengan loading factor > 0,94 serta indeks kecocokan model yang baik (RMSEA = 0,073; NFI, NNFI, CFI, IFI ≥ 0,99). Nilai CR sebesar 0,96 dan VE 0,76 memenuhi kriteria. Validitas konvergen ditunjukkan oleh korelasi positif kuat dengan cyber bullying (r = 0,748), sedangkan validitas diskriminan ditunjukkan oleh korelasi negatif dengan etika digital, integritas moral, dan kecerdasan moral. Instrumen ini terbukti valid, reliabel, dan layak digunakan untuk mengukur kecenderungan ujaran kebencian pada mahasiswa.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Lutfia Fitriani, Aulia ‘Azizatun Nisaa, Dahlia Nafisa Julyanita, Muhammad Arqan Zahran Putra Yuliandry, Ryanaila Shaka Diba Suryana, Tiara Cahaya Kirani, Tahrir Tahrir

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










