Pergeseran Tradisi Hari Raya Enam (Ziarah Kubur) di Desa Ganting Damai Kecamatan Salo Kabupaten Kampar
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i2.1187Keywords:
Tradisi Ziarah Kubur, Rasionalisasi, Hari Raya EnamAbstract
Penelitian ini membahas tentang pergeseran tradisi Hari Raya Enam (Ziarah Kubur) yang terjadi di Desa Ganting Damai, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar. Tradisi ini merupakan bagian dari identitas budaya dan spiritual masyarakat Melayu yang dilaksanakan setiap tanggal 8 Syawal. Tradisi tersebut terdiri dari empat tahapan utama, yaitu puasa enam hari di bulan Syawal, pembersihan makam, ziarah kubur dan doa bersama, serta makan bersama atau bajambau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk pergeseran dalam pelaksanaan tradisi serta faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan pada praktik dan pemaknaan setiap tahapan tradisi. Misalnya, puasa tidak lagi dilakukan secara berurutan, pembersihan kuburan diserahkan kepada jasa profesional, dan makan bersama mengalami pergeseran dari makanan khas ke makanan praktis. Faktor-faktor penyebab pergeseran antara lain meningkatnya pemahaman agama, kesibukan masyarakat, pengaruh pandemi COVID-19, kurangnya sosialisasi dari tokoh agama dan adat, akses ke makam yang sulit, serta perkembangan teknologi. Pergeseran ini mencerminkan adanya proses modernisasi dan rasionalisasi terhadap nilai nilai budaya dan spiritual masyarakat, sebagaimana dijelaskan dalam teoriperubahan sosial Max Weber.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Melinda, Rina Susanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













