Literasi AI Siswa di Era Generative AI: Tantangan Pendidikan dari Pengguna Menjadi Pemikir Kritis
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajsh.v6i2.3412Keywords:
Literasi Membaca, Pemahaman Bacaan, Minat Baca, Strategi Pembelajaran, Literasi SekolahAbstract
Literasi membaca merupakan fondasi pembelajaran karena memungkinkan siswa memahami informasi, membangun pengetahuan, dan menilai gagasan dalam berbagai konteks. Namun, kemampuan membaca tidak cukup dipahami sebagai kecakapan melafalkan kata. Siswa juga perlu menemukan gagasan utama, menghubungkan informasi, membuat inferensi, memahami kosakata, serta mengevaluasi isi bacaan. Artikel ini bertujuan mengkaji tantangan literasi membaca dalam pembelajaran dan mengidentifikasi faktor serta praktik pedagogis yang dibahas dalam literatur. Penelitian menggunakan tinjauan literatur kualitatif dengan sintesis tematik terhadap sebelas artikel jurnal yang relevan, mencakup kajian literasi sekolah dasar, pemahaman bacaan, kebiasaan membaca, pembelajaran digital, dan tantangan membaca akademik. Hasil sintesis menunjukkan bahwa kesulitan membaca bersifat berlapis: mencakup aspek kebahasaan dan kognitif, motivasi serta kebiasaan membaca, strategi pengajaran, dukungan keluarga, dan akses terhadap sumber bacaan. Teknologi dapat memperluas akses, tetapi manfaatnya bergantung pada tujuan penggunaan, pendampingan, dan kualitas bahan. Pembelajaran literasi perlu bergerak dari kegiatan membaca yang berorientasi pada penyelesaian tugas menuju praktik membaca aktif, dialogis, kontekstual, dan reflektif. Artikel ini menekankan pentingnya pengajaran strategi pemahaman secara eksplisit, pemilihan teks yang bermakna, pembiasaan membaca, serta kolaborasi sekolah dan keluarga.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Waode Nurmuhaemin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













