Pembuatan Pupuk Organik Cair Berbahan Baku Limbah Cangkang Pokea (Batissa Violacea Celebensis) dan Limbah Kulit Pisang
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajst.v1i1.265Kata Kunci:
pupuk orgaanik cair, cangkang pokea, kadar zat haraAbstrak
Telah dilakukan pembuatan pupuk organik cair berbahan baku limbah cangkang pokea (Batissa violacea celebensis) dan limbah kulit pisang. Sampel limbah cangkang pokea dikumpulkan dari di kawasan sungai di Desa Pohara Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara, dengan kedalaman air antara 10-20 cm. Sedangkan limbah kulit pisang diambil di kawasan pasar sentral kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara. Kedua jenis sampel limbah tersebut dicampurkan ke dalam air dengan perbandingan 2:5:8 lalu dilakukan proses fermentasi menggunakan menggunakan produk bakteri EM-4. Pupuk organik cair yang dihasilkan memiliki kandungan hara dengan kadar antara lain nitrogen (N-total) 0,67%; fosfor (P) 0,44%; kalium (K) 0,17% dan bahan organik (C-organik) 6,28%. Pupuk organik cair selanjutnya digunakan untuk meningkatkan kadar zat hara tanah, Sampel tanah uji diambil dari area di Desa Puriala Kecamatan Puriala, Konawe Selatan. Hasil pengamatan menunjukkan pupuk organik cair mampu meningkatkan kadar zat hara yang mencakup unsur N, P, K dan C dari sampel tanah uji.
Referensi
Atmojo, W.S. (2003). Peranan Bahan Organik Terhadap Kesuburan Tanah Dan Upaya Pengelolaannya. Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret.
Bahtiar. (2005). Kajian Populasi Pokea (Batissa Violaceae Celebensis) di Sungai Pohara Kendari Sulawesi Tenggara. Institut Teknologi Bandung.
Dermiyati. 2015. Sistem Pertanian Organik Berkelanjutan. Plantaxia. Lampung.
Firmansyah, Y. (2011). Degradasi Bahan Organik Dan Pemanfaatannya Sebagai Penghasil Energi Listrik Pada Sedimen Tambak Udang Melalui Sediment Microbial Fuel Cell, Skripsi, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Hakim, N., Nyakpa, M.Y., Lubis, A.M., Nugroho, S.G., Diha, M.A., Hong, G.B.,Bailey, H.H. (1986). Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Universitas Lampung. 488.
Kertonegoro, B. K., Shiddieq, D., Sulakhudin, Dariah, A. (2007). Optimalisasi Lahan Pasir Pantai Bugel Kulon Progo Untuk Pengembangan Tanaman Hortikultura Dengan Teknologi Inovatif Berkearifan Lokal. Seminar Nasional Sumberdaya Lahan dan Lingkungan Pertanian. Bogor.
Kusnoto. (1953). Kebun Raya Indonesia (Botanic Gardens of Indonesia). A Journal of Zoology, Hydrobiology and Oceanography of the Indo-Australian Archipelago. Jurnal Treubia. 22: 53-57.
Munadjim. (1988). Teknologi Pengolahan Pisang. Gramedia, Jakarta.
Nathan, M., Jayadi, M., Thamrin, H. (2023). Efektivitas Pupuk Organik Cair Bawang Merah dan Limbah Bawang Merah terhadap Perubahan Sifat Kimia Tanah dan Pertumbuhan Bawang Merah. Jurnal Ecosolum, 12(1), 114-127.
Ndaru, M. (2011). Pemberian Macam dan Dosis Pupuk Kandang terhadap Pertumbuhan dan Hasil Melon. Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Sebelas Maret.
Parman, Sarjana. (2007). Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kentang (Solanum tuberosum L.). Buletin Anatomi dan Fisiologi, 15 (2).
Selvia, N. (2012). Sintesis Dan Karakterisasi Β-Tricalcium Phosphate Berbasis Cangkang Kerang Ranga Pada Variasi Suhu Sintering. IPB (Bogor Agricultural University).
Susanti, L. (2006). Perbedaan Penggunaan Jenis Kulit Pisang Terhadap Kualitas Nata. [Skripsi]. Semarang: Universitas Negeri Semarang.





