Implementasi Model Problem Based Learning dan Respon Siswa pada Pembelajaran Sejarah MAN 1 Kabupaten Gorontalo
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajup.v6i2.3343Kata Kunci:
Problem Based Learning, Pembelajaran Sejarah, Berpikir Kritis, Respon SiswaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran sejarah di kelas X MAN 1 Kabupaten Gorontalo beserta respon siswa terhadap penerapannya. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi proses pembelajaran di kelas, wawancara mendalam bersama guru sejarah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan peserta didik, serta dokumentasi dan analisis dokumen pembelajaran. Hasil penelitian memaparkan bahwa penerapan PBL dilaksanakan melalui tahapan orientasi masalah, pembentukan kelompok, diskusi, penyelidikan, presentasi hasil, hingga evaluasi. Proses tersebut menjadikan pembelajaran sejarah lebih aktif, interaktif, dan berpusat pada siswa. Respon siswa terhadap penerapan model ini secara umum positif. Walaupun pada awalnya sebagian siswa masih pasif dan kesulitan memahami masalah, seiring waktu mereka menjadi lebih aktif berdiskusi, berani berpendapat, dan mampu menganalisis permasalahan sejarah dengan lebih baik. Pelaksanaan PBL didukung oleh dukungan sekolah, kreativitas guru, dan antusiasme siswa. Adapun faktor penghambatnya meliputi waktu pembelajaran yang terbatas, perbedaan kemampuan antar siswa, dan rasa kurang percaya diri sebagian siswa saat presentasi.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Siti Magfirah Laya, Tonny Iskandar Mondong, Iis Husnul Hotimah

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















