Analisis Limpasan Permukaan pada Bagian Hulu Sungai Pappa

Penulis

  • Muhammad Akbar Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Agusalim M Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Mahmuddin Universitas Muhammadiyah Makassar

DOI:

https://doi.org/10.57250/ajst.v3i2.1350

Kata Kunci:

Sedimen, Limpasan, Erosi

Abstrak

Limpasan permukaan (Runoff) merupakan sebagian dari air hujan yang mengalir diatas permukaan tanah menuju sungai, danau atau laut.Limpasan permukaan terjadi apabilah tanah tidak mampu lagi menginflitrasikan air di pemukaan tanah karena tanah sudah dalam keadaan jenuh. Limpasan permukaan juga terjadi apabila hujan jatuh di permukaan yang bersifat impermeable seperti aspal, beton, keramik, dan lain-lain. Peristiwa banjir dan erosi yang sering melanda beberpa wilayah di indonesia merupakan dampak dari limpasan permukaan yang tidak dapat ditangani dengan baik. Secara tidak langsung, limpasan juga mempunyai pengaruh terhadap kualitas air sungai. Daerah yang memiliki limpasan yang tinggi umumnya mempunyai kualitas air sungai yang buruk. Perameter kualitas air yang berpengaruh terhadap besarnya limpasan adalah kekeruhan atau turbiditas. Limpasan permukaan adalah salah satu penyebab utama sungai-sungai di indonesia mempunyai tingkat kekeruhan yang tinggi, termasuk Sungai Pappa.

Referensi

Asdak. (2004). Hidrologi dan Pengelolahan Daerah Aliran Sungai. Jogjakarta: Gadjah Mada University Press.

Asdak, C. (1995). Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Irigasi. Yogyakarta: Gadjah Madah University Press.

Br, S. H. (1993). Analisis Hidrologi. Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama.

Chow, V. M. (1998). Applied Hydrology. Analisis Perubahan Bilangan Kurva Aliran Permukaan ( Runoff Curve Number).

Harto, B. (1993). Analisis Hidrologi. Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama. Hartono, B. (1993). Analisis Hidrologi. Jakarta: PT.Gramedia Pustaka utama.

Hartono, B. S. (1993). Analisis Hidrologi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hartono, S. (1993). Analisis Hidrologi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Machairiyah. (2007). Analisis Curah Hujan Untuk Pendugaan Debit Puncak dengan Metode Rasional Pada DAS. Sumatera Utara.Medan: Departemen Teknologi Pertanian.

Notohadiprawiro, T. (1988). Tanah, Tataguna Lahan dan Tata Ruang dalam Analisis Dampak Lingkungan. Yogyakarta: PPLH-UGM.

Soewarno, C. (1995). Hidrologi Aplikasi Metode Statistik Untuk Analisa Data. Bandung : Nova.

Subarkah, B. I. (1980). Hidrologi Untuk Perencanaan Bangunan Air. Bandung: Idea Dharma.

Sumaruw.J.S.F. (2012). Analisis Angka Kurva, Penggunaan Lahan dan Perubahan Tutupan Lahan . Analisis Perubahan Bilangan Kurva Aliran Permukaan ( RUNOFF CURVE NUMBER).

Suripin. (2004). Sistem Drainase Perkotaan Yang Berkelanjutan . Yogyakarta: Andi. Surpin, B. (2004). Sistem Dranase Perkotaan yang Berkelanjutan . Yokyakarta: Andi.

Suyono Sosrodarsono, I. K. (1978). Hidrologi Untuk Pengairan. Jakarta: PT. Pradnya Paramita.

Takeda, C. S. (1993). Hidrologi Untuk Pengairan . Jakarta: Pradynya Pramitha. Takeda, S. d. (1993). Hidrologi Untuk Pengairan . Jakarta: Pradnya Pramitha. Triamodjo, B. (2008). Hidrologi Terapang. Yogyakarta: Beta offset.

Unduhan

Diterbitkan

2025-10-24

Cara Mengutip

Akbar, M., M, A. ., & Mahmuddin. (2025). Analisis Limpasan Permukaan pada Bagian Hulu Sungai Pappa. Arus Jurnal Sains Dan Teknologi, 3(2), 183–190. https://doi.org/10.57250/ajst.v3i2.1350

Terbitan

Bagian

Artikel