Menelaah Maskulinitas dalam Kajian Bentuk dan Fungsi Tari Igel di Kabupaten Lampung Utara

Authors

  • Nabilla Kurnia Adzan Universitas Lampung
  • Dwiyana Habsary Universitas Lampung
  • Afrizal Yudha Setiawan Univesitas Lampung

DOI:

https://doi.org/10.57250/ajpp.v4i3.1764

Keywords:

Tari Igel, Maskulinitas, Bentuk dan Fungsi, Lampung Utara

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara mendalam manifestasi maskulinitas yang terdapat dalam Tari Igel di Kabupaten Lampung Utara, khususnya dalam konteks upacara adat Begawi Cakak Pepadun. Fokus kajian diarahkan pada analisis bentuk gerak dan fungsi tarian sebagai representasi nilai-nilai ideal pria Lampung Pepadun. Hasil kajian menunjukkan bahwa maskulinitas dalam Tari Igel terwujud secara deskriptif melalui bentuk gerak yang ekspresif dan bertenaga. Gerakan didominasi oleh gerakan tangan, putaran, dan sikap tangan yang diangkat tinggi, menyimbolkan keperkasaan, keberanian, dan kesiagaan seorang  pemimpin. Secara fungsional, Igel memainkan peran krusial sebagai sarana ritual pengesahan status sosial Suttan atau Penyimbang, sekaligus media edukasi non-verbal yang mewariskan nilai-nilai kepemimpinan, wibawa, dan tanggung jawab adat kepada generasi penerus. Meskipun kini Igel juga berfungsi sebagai hiburan, esensi maskulinitas yang tertanam kuat dalam gerak dan konteks ritualnya tetap menjadikannya simbol utama identitas laki-laki dalam adat Pepadun khususnya di  Lampung Utara.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adat Saibatin. (n.d.). Adat Saibatin. Jakarta: Penerbit BRIN.

Akomodasi dan Orientasi Nilai-nilai Islam dalam Tradisi dan Kebudayaan Masyarakat Adat Lampung. (n.d.). Yogyakarta: Idea Press.

Baharudin, M., & Luthfan, M. A. (2019). Aksiologi Religiusitas Islam dalam Falsafah Hidup Ulun Balak di SMP Negeri 1 Kotagajah Lampung. Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni, 2(3), 1–15.

Budaya Indonesia. (n.d.). Budaya Indonesia. Yogyakarta: BP ISI Yogyakarta.

Chatrin, S., dkk. (2021). Nilai-nilai Filosofi Begawi Cakak Pepadun. Jurnal Patrawidya, 22(2), 213–233.

Habsary, D., & Adzan, N. K. (2024). Picak Khakot: Konsep Maskulinitas dalam Lampung Bagi Generasi Muda. Lampung: CV. Gunung Pesagi.

Martiara, R., & Soedarsono, R. M. (2000). Cangget sebagai Pengesah Upacara Perkawinan Adat pada Masyarakat Lampung. Sosiohumanika, 13(3), 449–461.

Martiara, R. (2014). Cangget: Identitas Kultural Lampung sebagai Bagian dari Keragaman Budaya Indonesia. Yogyakarta: Idea Press.

Royce, A. P. (1977). The Anthropology of Dance. Bloomington: Indiana University Press.

Suharyadi, F. (2003). Upacara Cangget Agung: Aktualisasi Nilai-Nilai Budaya Daerah Lampung. International Journal Ihya’ ‘Ulum Al-Din, 21(2), 158–181.

Susilo, Y. (2008). Analisis Perbandingan Struktur Tari Ritual dan Tari Kontemporer. Jurnal Seni, 1(1), 1–10.

Timbasz, G., & Basyar, S., & Syaripudin. (2023). Begawei Cakak Pepadun Abung Siwo Migo. Lampung: CV. Gunung Pesagi.

Wati, K. E. Y., dkk. (2023). Pembelajaran Instrumen Musik Tradisional Talo. Yogyakarta: Idea Press.

Published

2025-10-30

How to Cite

Adzan, N. K., Habsary, D. ., & Setiawan, A. Y. . (2025). Menelaah Maskulinitas dalam Kajian Bentuk dan Fungsi Tari Igel di Kabupaten Lampung Utara. Arus Jurnal Psikologi Dan Pendidikan, 4(3), 487–496. https://doi.org/10.57250/ajpp.v4i3.1764

Issue

Section

Artikel