Patterns And Social Functions Of Indonesian–English Code-Mixing In Urban Digital Communication: A Case Of South Jakarta
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajsh.v6i2.2748Kata Kunci:
campur kode, sosiolinguistik, bilingualisme, komunikasi digital, media sosial, Jakarta Selatan, Generasi Z.Abstrak
Penelitian ini mengkaji campur kode Indonesia–Inggris dalam komunikasi perkotaan di wilayah Jakarta Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola sosial dan fungsi campur kode yang digunakan dalam interaksi sehari-hari. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode observasi terhadap komunikasi digital. Data penelitian berfokus pada komunikasi daring informal di kalangan penutur yang aktif menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campur kode umumnya terjadi dalam bentuk penyisipan (insertion), pergantian (alternation), dan leksikalisasi kongruen (congruent lexicalization). Campur kode terutama digunakan dalam konteks informal dan memiliki berbagai fungsi sosial, seperti mengekspresikan identitas, mencerminkan gaya hidup, serta menciptakan kesan modern. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa campur kode tidak hanya merupakan fenomena linguistik, tetapi juga mencerminkan dinamika sosial dan budaya dalam masyarakat perkotaan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian sosiolinguistik dengan menyediakan wawasan mengenai praktik berbahasa dalam komunikasi digital perkotaan kontemporer.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Ni Kadek Ade Mas Rahma Dewi, Ni Made Diana Erfiani, Yohanes Octovianus Lesu Awololon

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













