Kajian Pengembangan Agropolitan Koridor Kemiri Pituruh, Kabupaten Purworejo
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajsh.v6i1.2378Keywords:
Agropolitan, Euclidean Distance, Kernel Density Estimation, Purworejo, Pusat Pelayanan, SIGAbstract
Kawasan Kemiri–Pituruh di Kabupaten Purworejo ditetapkan sebagai kawasan ekonomi melalui kebijakan Peraturan Bupati Purworejo, seiring tingginya potensi di sektor pertanian dan pembibitan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persebaran fasilitas pelayanan agropolitan serta menentukan pusat pelayanan agropolitan paling strategis sesuai kebijakan pengembangan wilayah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis spasial berbasis GIS dan metode Kernel Density Estimation (KDE). Sebanyak 82 fasilitas agropolitan yang terdiri dari pelayanan pra produksi, masa produksi, dan pasca produksi dipetakan untuk mengidentifikasi tingkat kerapatan fasilitas. Hasil analisis KDE menunjukkan bahwa kepadatan fasilitas tertinggi berada di Desa Bedono Karangduwur dan Desa Bedono Pageron, sehingga kedua desa tersebut ditetapkan sebagai lokasi paling strategis untuk pusat pelayanan agropolitan utama. Selain itu, potensi pusat pelayanan juga berkembang di beberapa desa lain di kawasan Kemiri–Pituruh berdasarkan distribusi fasilitas penunjang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pusat pelayanan agropolitan di wilayah kajian bersifat terpusat pada area tertentu namun tetap menunjukkan perkembangan ke arah pola yang lebih tersebar atau polisentris. Pemanfaatan analisis spasial berbasis KDE terbukti efektif dalam mengidentifikasi pusat pelayanan yang sesuai dengan kebijakan pengembangan kawasan agropolitan Kabupaten Purworejo.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Robi Kurniasandy, Suprajaka, Mega Novetrishka Putri, Aprodhita Puspateja

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













