Perbandingan Pemodelan Jumlah Kematian Bayi di Kabupaten Konawe Selatan dengan Pendekatan Regresi Zero-Inflated Poisson dan Regresi Binomial Negatif
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajst.v4i2.3480Kata Kunci:
Kematian Bayi, Zero-Inflated Poisson, Binomial Negatif, Overdispersi, AICAbstrak
Angka kematian bayi merupakan indikator penting dalam target Sustainable Development Goals (SDGs) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Penelitian ini bertujuan memperoleh model terbaik untuk data kematian bayi yang bersifat cacahan serta berpotensi mengalami overdispersi dan kelebihan nol, dengan menggunakan regresi Zero-Inflated Poisson (ZIP) dan regresi Binomial Negatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa data mengalami overdispersi sehingga model regresi Poisson tidak sesuai digunakan. Pemodelan dilakukan melalui pengujian signifikansi model menggunakan uji rasio likelihood (uji G) dan pengujian parameter menggunakan uji Wald. Berdasarkan nilai Akaike Information Criterion (AIC), model ZIP memiliki nilai AIC sebesar 92,655 dan model Binomial Negatif sebesar 92,31. Model terbaik yang diperoleh adalah regresi Binomial Negatif karena memiliki nilai AIC yang lebih kecil. Model ini mampu mengakomodasi karakteristik data serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap jumlah kematian bayi di Kabupaten Konawe Selatan.





